Warta Indonesia
No Result
View All Result
Senin, 2 November 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

PPK Manado Gelar Refleksi Dua Tahun Asta Cita, Bahas Toleransi dan Ekonomi Biru

Warta Indonesia
Senin, 2 November 2026
-- Nasional
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Perkumpulan Pemuda Keadilan (PPK) Manado menggelar diskusi publik dan Refleksi Dua Tahun Asta Cita bertema “Merawat Toleransi, Menguatkan Ekonomi Biru” di salah satu hotel di Kota Manado, Sabtu (31/10/2026).

Diskusi tersebut menghadirkan politisi sekaligus mantan anggota DPR RI Kamran Mochtar Podomi serta akademisi dan budayawan Sulawesi Utara, Reiner Emyot Ointoe.

Kegiatan itu juga ditutup dengan deklarasi penolakan terhadap hoaks dan disinformasi yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ketua Umum PPK, Dendi Budiman, mengatakan diskusi tersebut penting digelar untuk membahas upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Asta Cita.

“Pak Prabowo betul-betul ingin kedaulatan bangsa bisa diwujudkan melalui kedaulatan energi dan pangan. Semoga ini bisa terwujud,” kata Dendi membuka acara diskusi.

 

Dendi berharap diskusi serupa dapat terus berlanjut sehingga aktivis dan masyarakat sipil bisa berperan aktif dalam mewujudkan kedaulatan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kita berharap, diskusi seperti ini tidak hanya berakhir di sini, tetapi terus berlanjut sehingga peran kita sebagai aktivis, sebagai masyarakat sipil, itu betul-betul bisa diwujudkan menuju kedaulatan kita sebagai satu bangsa dan menuju Indonesia emas 2045,” sambungnya.

Sementara itu, Kamran Mochtar Podomi menilai Asta Cita yang digaungkan Prabowo sejak dua tahun terakhir merupakan harapan besar agar sumber daya Indonesia dapat berperan dalam berbagai aspek pembangunan.

Menurutnya, Asta Cita juga mencerminkan sisi humanis Prabowo, terutama pada poin kedelapan yang menitikberatkan penguatan toleransi.

“Untuk menuju supaya seluruh kebijakan itu dapat dieksekusi secara pemerintahan dan tidak melanggar aturan, baik aturan di dalam negeri ataupun aturan internasional, maka Asta Cita ini tidak bisa berhenti,” kata Kamran.

Kamran menilai delapan program tersebut merupakan agenda besar yang membutuhkan upaya luar biasa dalam pelaksanaannya. Karena itu, diperlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat agar program tersebut dapat terealisasi secara maksimal.

“Agar bisa terealisasi secara maksimal, delapan program ini harus dieksekusi dengan penuh kesadaran oleh seluruh warga negara Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain, Reiner Emyot Ointoe menyoroti adanya paradoks dalam pelaksanaan Asta Cita, khususnya di daerah.

Ia juga menyinggung sosok Prabowo yang menurutnya memiliki kemiripan dengan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Tapi Gus Dur lebih berani, karena dia tahu persis bahwa yang dia hadapi adalah perilaku orang-orang di sekelilingnya,” kata Reiner.

Tags: Kota ManadoManadoNasional

Previous Post

Dua Anak Menteri Haji Mundur, LSAK Minta Penggunaan Anggaran Ikut Ditelusuri

BeritaTerkait

Nasional

Pemuda Ekonomi Syariah: Konser Andrea Bocelli Perkuat Dialog Lintas Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026
Nasional

Refleksi Dua Tahun Asta Cita Presiden Prabowo, Apa yang Sudah Terasa?

Jumat, 23 Oktober 2026
Nasional

Hari Santri Nasional 2026, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar: Santri Penentu Masa Depan Bangsa

Kamis, 22 Oktober 2026
Nasional

Terima Audiensi Komunitas Aku Menari, Wapres Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Kamis, 15 Oktober 2026
Load More

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Dua Anak Menteri Haji Mundur, LSAK Minta Penggunaan Anggaran Ikut Ditelusuri

Pemuda Ekonomi Syariah: Konser Andrea Bocelli Perkuat Dialog Lintas Budaya

Musytasar PCNU Pematangsiantar Tekankan Pesan Kemanusiaan dalam Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Andrea Bocelli Konser ke Indonesia, Waktetum ISNU: Buka Ruang Pertukaran Kebudayaan

Refleksi Dua Tahun Asta Cita Presiden Prabowo, Apa yang Sudah Terasa?

Hari Santri Nasional 2026, Rektor UIN Jakarta Asep Saepudin Jahar: Santri Penentu Masa Depan Bangsa

Karhutla Tak Kunjung Tuntas, Fauqi Hadipekso Dorong Pemerintah Belajar dari ‘Pesantren Hijau’

Habib Syarief Minta Penyelenggara Satu Data Indonesia Bebas Praktik Jual-Beli Data

Populer

  • Ekonomi Dunia Alami Resesi Terburuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Anak Menteri Haji Mundur, LSAK Minta Penggunaan Anggaran Ikut Ditelusuri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Andi Suhaimi Dalimunthe Ajak Masyarakat Labuhanbatu Teladani Para Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Atasi Kekeringan dan Dorong Ketahanan Pangan di Sulbar, Brantas Abipraya Bangun Bendungan Budong-Budong

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Cuma Pakai Galaxy Z Flip6, Ini Tips Bikin Konten Traveling ala Andy Garcia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2026Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2026Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist