Warta Indonesia
No Result
View All Result
Sabtu, 17 Oktober 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Politik

Menteri Bikin Gaduh Ganti Saja!

Warta Indonesia
Rabu, 19 Februari 2020
-- Politik
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Jakarta – Pada kurun waktu semester pertama sebaiknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti para menteri yang berkinerja kurang baik. Kurun waktu 100 hari bisa menjadi tolak ukur.

“Terlebih terhadap menteri yang selama 100 hari hanya memicu kegaduhan di masyarakat. Perlu ada ketegasan dari Jokowi,” ujar Peneliti Senior dari Candidate Centre, Sonny Majid, Rabu (19/2).

Ia menuturkan, bahwa 100 hari dianggap masih menjadi ajang konsolidasi internal, tidak serta merta menjadi alasan. Efektivitas konsolidasi tergantung dari gaya kepemimpinan dan perencanaan kerja. Skema perencanaan menjadi patokan untuk melaksanakan tahap awal program sehingga lebih terarah.

“Ya minimal mulai meluncurkan gagasan-gagasan ke ruang publik melalui media. Tapi ini kan ada beberapa menteri yang justru melontarkan pernyataan membuat gaduh, memicu pro-kontra,” ujarnya.

Mungkin maksudnya, lanjut Sonny, untuk mengecek respon publik, atau biar menjadi trending, tapi kalau hanya sebatas mengejar trending topic siapapun bisa. “Tapi kan bukan itu,” tegasnya.

“Saat ini antar-menteri sering berbeda pandangan Buat saya itu kurang baik, mengesankan seperti tidak solid di kabinet,” ujarnya menambahkan.

Perlu disadari adalah, para menteri harus mengacu kepada visi presiden, bukan sebaliknya para menteri punya visi sendiri-sendiri. Menurutnya, para menteri mem-breakdown visi presiden dalam bentuk program. Maka dari itu akan ada kesamaan platform. Tinggal bagaimana program itu tersosialisasi dengan baik ke publik.

Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok mengatakan pengukuran kinerja pemerintahan berbeda dengan pengukuran mengenai kepuasan publik. Publik biasanya melihat dari apa yang tampak dari media massa, bukan pencapaian target dan indikator program kerja pemerintah.

Ia menyayangkan munculnya wacana penilaian atas kinerja wapres yang dianggap rendah. Padahal presiden dan wapres sepaket. Jadi tidak bisa memberikan penilaian secara terpisah. Wapres memosisikan diri melakukan pengawasan, jadi secara logika menjadi aneh ketika persentasenya lebih tinggi dari presiden.

“Kinerja wapres saya rasa on the right track, sebab wapres memosisikan diri sebagai pembantu presiden dalam hal pengawasan dan monitoring program pemerintah,” tandas Eduart.

Eduart punya pendapat sama, bahwa kinerja baru bisa mendapat gambaran saat memasuki triwulan kedua (semester pertama) dimana tahun anggaran masih berjalan. Menurutnya, mengukur kepuasan publik untuk 100 hari dan menyamakan dengan kinerja pemerintah adalah hal yang tidak pas. (Za)

Foto: Dok. Ilustrasi Jawa Pos

 

Tags: Berita IndonesiaIndonesiaIndonesia NewsKabar IndonesiaNasionalPemerintahanWartaWarta Indonesia

Previous Post

PEDULI WARGA TERDAMPAK BENCANA, KAPOLSEK CAMPAKA POLRES PURWAKARTA POLDA JABAR BERIKAN BANTUAN

Next Post

SEJUMLAH PEJABAT POLDA DAN KAPOLRES JAJARAN POLDA JABAR DI SERAH TERIMAKAN

BeritaTerkait

Fauqi Hadipekso
Politik

Karhutla Tak Kunjung Tuntas, Fauqi Hadipekso Dorong Pemerintah Belajar dari ‘Pesantren Hijau’

Kamis, 15 Oktober 2026
Politik

Habib Syarief Minta Penyelenggara Satu Data Indonesia Bebas Praktik Jual-Beli Data

Kamis, 15 Oktober 2026
Anggota DPR RI asal Lampung Chusnunia
Politik

Soal Polemik Pembongkaran Pasar Shopping Metro, Chusnunia Minta Pemkot Metro Cari Jalan Tengah

Senin, 12 Oktober 2026
Sekretaris Panitia PKB Award 2026, Rina Sa’adah
Politik

Rina Sa’adah: PKB Award 2026 Perkuat Identitas Green Party

Minggu, 11 Oktober 2026
Load More
Next Post

SEJUMLAH PEJABAT POLDA DAN KAPOLRES JAJARAN POLDA JABAR DI SERAH TERIMAKAN

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Habib Syarief Minta Penyelenggara Satu Data Indonesia Bebas Praktik Jual-Beli Data

Terima Audiensi Komunitas Aku Menari, Wapres Dukung Ruang Ekspresi bagi Anak-Anak Disabilitas

Hadiri Wisuda Institut Pariwisata Trisakti, Wapres Dorong Pemanfaatan Teknologi untuk Tingkatkan Nilai Tambah Pariwisata Indonesia 

Ibu Selvi Dorong UMKM dan Pelestarian Budaya melalui Perlindungan Kekayaan Intelektual

Soal Polemik Pembongkaran Pasar Shopping Metro, Chusnunia Minta Pemkot Metro Cari Jalan Tengah

Rina Sa’adah: PKB Award 2026 Perkuat Identitas Green Party

Perpers Perlindungan Ojol, Syaiful Huda Minta Tiga Kementerian Pelaksana Kompak

Muhammad Hilman Mufidi Minta Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Dikaji Matang

Populer

  • Ekonomi Dunia Alami Resesi Terburuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rina Sa’adah: PKB Award 2026 Perkuat Identitas Green Party

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Galaxy Z Fold6 | Z Flip6: Cerita di Balik Pengembangan Fitur AI Listening Mode

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perpers Perlindungan Ojol, Syaiful Huda Minta Tiga Kementerian Pelaksana Kompak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jelang Lebaran, Dharma Wanita Kemenperin Gelar Bazar Belanja Murah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2026Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2026Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist