Warta Indonesia
No Result
View All Result
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Politik

Pemerintah Perlu Gagas Narasi Besar Kebangsaan

Warta Indonesia
Kamis, 13 Februari 2020
-- Politik
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Jakarta – 100 hari kerja Kabinet Indonesia Baru Jokowi-Ma’ruf banyak memicu pro-kontra. Ada pihak yang mengatakan, kinerja pemerintahan Indonesia Baru tidak menghasilkan progres yang signifikan. Di lain sisi adapula yang menyebut, 100 hari kerja tidak bisa menjadi ukuran. Angka 100 hari kerja ini banyak dipakai untuk melakukan konsolidasi internal.

Pendapat menarik dikemukakan Muhammad Bakir, wartawan senior Harian Kompas. Pemerintah semestinya membangun narasi-narasi besar pembangunan tak terkecuali paling penting adalah soal kebangsaan untuk membangkitkan optimisme. Narasi besar tersebut tak lain dimaksudkan menjadi acuan, sehingga tidak perlu lagi terjadi perbedaan pendapat antar-menteri dalam kasus tertentu. Sudah tegas-tegas Jokowi katakan, tidak ada visi misi menteri yang ada hanya visi misi Presiden dan Wakil Presiden.

“Narasi besar inilah yang semestinya diperkuat. Masing-masing menteri masih terlihat berbeda pendapat. Ada banyak peraturan pemerintah dan undang-undang baru yang dibuat tanpa pondasi narasi yang baik dan benar, sehingga membuat bingung masyarakat,” ujarnya, dalam FGD yang digelar Master C19 bertajuk “Mendorong Efektivitas Kinerja Kabinet Indonesia Baru,” Selasa (11/2).

Dalam hal tentang kebangsaan, kata Cak Bakir-sapaan akrabnya, di Indonesia intoleransi masih terus berkembang. Masih banyak kasus ditemui. Semestinya bekal wawasan kebangsaan pada anak-anak didik di sekolah dianggap belum cukup.

Hal senada dikemukakan Ketua Umum Pusat Pemuda Muhammadiyah, Sunanto. Ia menilai pemerintah masih menggunakan konsep lama. Seharusnya konsep pembangunan yang digagas pemerintah harus linier dengan konsep kebangsaan. Persepsi dasar bernegara menurutnya, harus dimulai dari persepsi keagamaan yang benar.

“Kita ini tidak pernah beranjak dari konsep dasar ideologi, dan itu terus dilakukan berulang-ulang,” tegasnya. “Belum ada kesatuan kabinet yang sekarang, masih terlihat adanya ego sektoral yang begitu kental di kabinet,” Sunanto menambahkan.

Pemerintah Jokowi-Ma’ruf diyakini lebih mendorong program mana yang mumpuni. Tidak mungkin seluruh pembangunan hanya dilakukan oleh jajaran pemerintah dan kabinet. Karena itu pembangunan harus dilakukan oleh seluruh rakyat bersama-sama.

“Untuk itu memang pengawasan harus lebih ketat dan tepat pada setiap kementerian. Penting kiranya mengelola keputusan daripada nantinya justru malah menyikapi dampak akibat dari keputusan tersebut,” tegas M. Noor Marzuki, Tim Ahli Wakil Presiden. (Lu)

Tags: Berita IndonesiaIndonesiaIndonesia NewsKabar IndonesiaNasionalPemerintahanWartaWarta Indonesia

Previous Post

Keterangan Pers Presiden di Istana Negara

Next Post

Turbulensi Politik 2024 Bisa Ganggu Kinerja Kabinet

BeritaTerkait

Anggota DPR RI asal Lampung Chusnunia
Politik

Soal Polemik Pembongkaran Pasar Shopping Metro, Chusnunia Minta Pemkot Metro Cari Jalan Tengah

Senin, 12 Oktober 2026
Sekretaris Panitia PKB Award 2026, Rina Sa’adah
Politik

Rina Sa’adah: PKB Award 2026 Perkuat Identitas Green Party

Minggu, 11 Oktober 2026
Politik

Perpers Perlindungan Ojol, Syaiful Huda Minta Tiga Kementerian Pelaksana Kompak

Minggu, 11 Oktober 2026
Politik

Muhammad Hilman Mufidi Minta Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Dikaji Matang

Minggu, 11 Oktober 2026
Load More
Next Post

Turbulensi Politik 2024 Bisa Ganggu Kinerja Kabinet

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Soal Polemik Pembongkaran Pasar Shopping Metro, Chusnunia Minta Pemkot Metro Cari Jalan Tengah

Rina Sa’adah: PKB Award 2026 Perkuat Identitas Green Party

Perpers Perlindungan Ojol, Syaiful Huda Minta Tiga Kementerian Pelaksana Kompak

Muhammad Hilman Mufidi Minta Wacana Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas Dikaji Matang

Pergantian Dirut Garuda Indonesia, Gus Rivqy Abdul Halim Kembali Soroti Kebijakan Bagasi

Legislator PKB Puji Langkah Cepat Kapolri Berantas Narkoba

Jamaah Haji 2027 Cuma Bayar Rp23,24 Juta Lunasi BPIH

Peringati Hari Santri, PKB Gelar PKB Award 2026 Berhadiah Rp1 Miliar

Populer

  • Ekonomi Dunia Alami Resesi Terburuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menko Muhaimin Iskandar Dorong Pemberdayaan Jadi Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Terima Aduan Sopir Truk: Zero ODOL, Solar Langka hingga Antrean Pelabuhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tulola Jewelry, Bakti BCA, dan Reza Rahadian Berkolaborasi Hadirkan Koleksi Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist