Warta Indonesia
No Result
View All Result
Jumat, 9 Oktober 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Politik

PKB Terima Aduan Sopir Truk: Zero ODOL, Solar Langka hingga Antrean Pelabuhan

Warta Indonesia
Kamis, 8 Oktober 2026
-- Politik
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter
Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI menerima audiensi perwakilan pengemudi angkutan logistik nasional di Ruang Rapat Fraksi PKB, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (7/10/2026). Pertemuan tersebut membahas empat krusial hambatan lapangan pengemudi, meliputi polemik Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), kelangkaan solar bersubsidi, kendala barcode Pertamina, hingga antrean panjang di pelabuhan.

“Kedatangan kami ke DPR untuk meminta lembaga legislasi ikut mendorong tuntutan kami yang sebelumnya sudah disampaikan ke kementerian terkait. Ada empat masalah utama, mulai dari Zero ODOL, ketersediaan solar, sistem barcode, hingga pelayanan pelabuhan,” ujar Perwakilan Pengemudi Logistik, Ika Rostiati, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Merespons aduan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menegaskan bahwa sopir truk merupakan tulang punggung utama sistem logistik nasional yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah didesak menyudahi kebiasaan lambat merespons yang baru bergerak saat para pengemudi menggelar aksi mogok massal di jalanan. “Model seperti ini harus kita sudahi, jangan sampai suatu persoalan baru mendapatkan perhatian setelah muncul aksi protes besar. Ego sektoral kementerian dan lembaga masih terus menghantui penyelesaian persoalan logistik nasional ini,” tegas Syaiful Huda.

Huda menjelaskan bahwa Komisi V DPR RI kini tengah merampungkan Draf Revisi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) sebagai inisiatif parlemen untuk memayungi penataan Zero ODOL secara adil. Penerapan aturan dimensi muatan dituntut tidak secara kaku menghantam pengemudi, melainkan wajib diimbangi dengan kesiapan regulasi serta solusi bagi pemilik armada usaha.

“ODOL sudah menjadi salah satu substansi penting dalam draf revisi UU LLAJ yang sedang kami persiapkan. Namun, penertiban ODOL harus berjalan seiring dengan kesiapan regulasi dan solusi bagi pengemudi agar tak memicu kemacetan distribusi barang,” kata legislator PKB tersebut.

Politikus PKB tersebut juga menyoroti lambatnya tata kelola bongkar muat di kawasan pelabuhan yang memperpanjang waktu tunggu operasional truk secara drastis. Pemerintah diminta membuang kebiasaan merumuskan simulasi sistem antrean digital hanya di atas meja rapat tanpa mengecek realita teknis para pengemudi di lapangan.

“Simulasi kebijakan tidak boleh hanya dilakukan dalam ruang rapat, melainkan harus melibatkan langsung para pelaku usaha dan pengemudi yang akan menggunakan sistem tersebut. Jika sistem dipaksakan tanpa uji lapangan, justru timbul masalah baru,” lanjut Huda.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI, Elpisina, membongkar akar penyebab kelangkaan solar bersubsidi yang dialami para pengemudi truk logistik di berbagai jalur lintas provinsi. Kelangkaan bahan bakar di SPBU ditengarai akibat masifnya penyalahgunaan solar subsidi yang merembes ke sektor pertambangan serta maraknya aksi pengetapan oleh oknum pedagang eceran.

“Kita perlu melihat kembali bagaimana regulasi dibuat dan apakah sudah sesuai kondisi lapangan. BBM bersubsidi yang seharusnya untuk armada logistik berpotensi tersalurkan ke pihak tak berhak, termasuk aktivitas pertambangan,” ujar Elpisina.

Elpisina menegaskan bahwa BPH Migas dan Pertamina wajib mengevaluasi ulang efektivitas sistem barcode pendaftaran BBM agar tidak menyulitkan sopir lintas wilayah. Konsultasi publik perumusan kuota solar bersubsidi harus melibatkan perwakilan pengemudi riil agar jatah bahan bakar tidak langka di area transit distribusi.

“Evaluasi pendistribusian BBM perlu lebih banyak melibatkan pelaku yang benar-benar berada di lapangan. Regulasi yang disusun harus menjawab persoalan secara tepat tanpa membebani perjalanan pengemudi,” pungkasnya.

Tags: Fraksi PKBIndonesiaNasionalNusantaraParlementariaPartai Kebangkitan BangsaPartai PolitikPKBPolitik

Previous Post

Marwan Jafar Minta Anggaran LPS Efisien

Next Post

Lalu Hadrian Irfani: RUU Sisdiknas Harus Wujudkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

BeritaTerkait

Politik

Jamaah Haji 2027 Cuma Bayar Rp23,24 Juta Lunasi BPIH

Jumat, 9 Oktober 2026
Politik

Peringati Hari Santri, PKB Gelar PKB Award 2026 Berhadiah Rp1 Miliar

Jumat, 9 Oktober 2026
Politik

Evaluasi Panja Haji DPR, Maman Imanul Haq Minta Hotel Terlalu Jauh dari Masjidil Haram Dicoret

Jumat, 9 Oktober 2026
Politik

Lalu Hadrian Irfani: RUU Sisdiknas Harus Wujudkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

Kamis, 8 Oktober 2026
Load More
Next Post

Lalu Hadrian Irfani: RUU Sisdiknas Harus Wujudkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Peringati Hari Santri, PKB Gelar PKB Award 2026 Berhadiah Rp1 Miliar

Evaluasi Panja Haji DPR, Maman Imanul Haq Minta Hotel Terlalu Jauh dari Masjidil Haram Dicoret

Menko Muhaimin Iskandar Dorong Pemberdayaan Jadi Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

Lalu Hadrian Irfani: RUU Sisdiknas Harus Wujudkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

PKB Terima Aduan Sopir Truk: Zero ODOL, Solar Langka hingga Antrean Pelabuhan

Marwan Jafar Minta Anggaran LPS Efisien

Dugaan Markas Judol di Kompleks TNI Cijantung, Taufiq Abdullah Minta Diusut Tuntas

Chusnunia Dukung Pengembangan Wisata Gastronomi Indonesia

Populer

  • Ekonomi Dunia Alami Resesi Terburuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Terima Aduan Sopir Truk: Zero ODOL, Solar Langka hingga Antrean Pelabuhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menko Muhaimin Iskandar Dorong Pemberdayaan Jadi Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lalu Hadrian Irfani: RUU Sisdiknas Harus Wujudkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist