Warta Indonesia
No Result
View All Result
Sabtu, 10 Oktober 2026
  • Login
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
Subscribe
No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks
No Result
View All Result
Warta Indonesia
No Result
View All Result
Home Nasional

Strategi Hilirisasi dan FDI: Membangun Ekonomi Berkualitas di Global South

Wartaindonesia.co.id
Selasa, 3 September 2024
-- Nasional
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter
Caption Foto: Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Bappenas 2016-2019 sekaligus Profesor Ekonom Universitas Indonesia, Bambang Brodjonegoro (tengah) hadir di sesi paralel tematik rangkaian High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) 2024. Neegara-negara berkembang yang kaya sumber daya dikatakannya harus lebih proaktif dalam mengatasi kekurangan modal, teknologi, dan sumber daya manusia. (Foto: Bappenas)

Badung, 3 September 2024 – Sesi paralel tematik rangkaian High-Level Forum on Multi-Stakeholder Partnerships (HLF MSP) 2024 menyoroti pentingnya kemitraan multipihak dalam mendorong nilai ekonomi yang lebih tinggi di tingkat regional, terutama bagi negara-negara berkembang.

Sesi yang digelar Selasa (3/9/2024) dan mengangkat tema “Innovate to Elevate: Multi-Stakeholder Partnerships for Promoting Higher Economic Value at the Regional Level” tersebut menghadirkan Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional PPN/Bappenas 2016-2019 sekaligus Profesor Ekonom Universitas Indonesia, Bambang Brodjonegoro.

Pada kesempatan tersebut Bambang pun menegaskan negara-negara berkembang yang kaya sumber daya harus lebih proaktif dalam mengatasi kekurangan modal, teknologi, dan sumber daya manusia. “Tujuannya adalah untuk mengubah potensi sumber daya alam menjadi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Bambang menggarisbawahi bahwa investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI) dapat menjadi alat penting bagi negara berkembang untuk memproses sumber daya alam mereka. Namun begitu pemerintah perlu selektif dalam mengundang jenis FDI yang masuk agar tidak sekadar mengeksploitasi sumber daya tanpa menambah nilai ekonomi.

“Evaluasi terhadap FDI yang masuk sangat penting, dan ini adalah pendekatan yang sedang dilakukan Indonesia melalui program hilirisasi. Sebagai contoh, investor yang mengolah nikel kita tidak hanya mendapatkan akses bahan mentah, tetapi juga diminta untuk mengembangkan produk hilir seperti baja tahan karat atau baterai EV. Inilah yang dimaksud dengan menciptakan nilai tambah,” jelas Bambang.

Bambang juga menekankan pentingnya adopsi teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Global South. Menurutnya, investasi dalam bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), serta penelitian dan pengembangan (R&D) sangat penting untuk menciptakan tenaga kerja yang produktif dan inovatif.

“Untuk mendorong produktivitas, kita perlu mengadopsi teknologi yang sesuai dan mengembangkan kemampuan dalam negeri untuk memahami dan memanfaatkan teknologi tersebut. Ini tidak hanya bergantung pada teknologi tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia kita. Oleh karena itu, kita harus berinvestasi dalam infrastruktur digital dan pendidikan untuk mencapai hal ini,” kata Bambang.

Sementara Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia, Shinta Kamdani, pada saat yang sama turut menekankan bahwa menciptakan nilai ekonomi tinggi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. “Diperlukan kolaborasi di antara berbagai pelaku ekonomi untuk secara berkelanjutan menghasilkan inovasi dengan nilai ekonomi tinggi,” ungkap Shinta.

Ia menyoroti tiga faktor utama yang dapat mendorong inovasi berkelanjutan dengan nilai ekonomi tinggi yaitu investasi dalam R&D oleh sektor bisnis dan investor, kemampuan institusi pendidikan tinggi untuk menghasilkan penelitian berkualitas, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta standar regulasi.

Maka itu untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan, negara-negara berkembang perlu mengadopsi pendekatan kemitraan multipihak yang lebih terintegrasi. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah yang signifikan dan meningkatkan daya saing di pasar global. (Bappenas/TR/Elvira Inda Sari).

Tags: IndonesiaNasionalNusantara

Previous Post

Telkomsel MAXStream Perluas Lini Bisnis sebagai Content Producer, Luncurkan MAXStream Studios untuk Dukung Kemajuan Industri Film Nasional

Next Post

Kemen PPPA Fokus Pada Penanganan Kekerasan Berbasis Gender Dan Prioritas Nasional

BeritaTerkait

Nasional

Menko Muhaimin Iskandar Dorong Pemberdayaan Jadi Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

Jumat, 9 Oktober 2026
Nasional

Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

Kamis, 8 Oktober 2026
Nasional

Songsong Masa Depan, Wapres Dorong Percepatan Literasi Teknologi Generasi Muda Maluku

Rabu, 7 Oktober 2026
Nasional

Terima Asosiasi Pendeta Indonesia, Wapres Dorong Penguatan Persatuan di Tengah Keberagaman

Rabu, 7 Oktober 2026
Load More
Next Post

Kemen PPPA Fokus Pada Penanganan Kekerasan Berbasis Gender Dan Prioritas Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Warta Terkini

Peringati Hari Santri, PKB Gelar PKB Award 2026 Berhadiah Rp1 Miliar

Evaluasi Panja Haji DPR, Maman Imanul Haq Minta Hotel Terlalu Jauh dari Masjidil Haram Dicoret

Menko Muhaimin Iskandar Dorong Pemberdayaan Jadi Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

Lalu Hadrian Irfani: RUU Sisdiknas Harus Wujudkan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru

PKB Terima Aduan Sopir Truk: Zero ODOL, Solar Langka hingga Antrean Pelabuhan

Marwan Jafar Minta Anggaran LPS Efisien

Dugaan Markas Judol di Kompleks TNI Cijantung, Taufiq Abdullah Minta Diusut Tuntas

Chusnunia Dukung Pengembangan Wisata Gastronomi Indonesia

Populer

  • Ekonomi Dunia Alami Resesi Terburuk

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menko Muhaimin Iskandar Dorong Pemberdayaan Jadi Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PKB Terima Aduan Sopir Truk: Zero ODOL, Solar Langka hingga Antrean Pelabuhan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buka Kongres Nasional ke-V API, Wapres Tekankan Penguatan Toleransi untuk Jaga Persatuan Bangsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tulola Jewelry, Bakti BCA, dan Reza Rahadian Berkolaborasi Hadirkan Koleksi Terbaru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Facebook Twitter Instagram Youtube
Warta Indonesia

Tentang Kami | Redaksi | Disclaimer | Contact

Pedoman Media Siber | Privasi Policy

SOP Perlindungan Wartawan 

© 2021-2024 Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

No Result
View All Result
  • Home
  • Daerah
  • Jabodetabek
  • Nasional
  • Dunia
  • Ekbis
  • Hukum
  • Politik
  • Indeks

© 2021-2024 Wartaindonesia.id | Portal Berita & Informasi Indonesia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist